34 hari melewati 2012,Allah menguji,mungkin Allah ingin #ujian seakan semakin hari semakin membuat dewasa. sungguh aku adukan susah sedihku hanya kepada Allah (qs 12:86),saya yakin bahwa Dia telah merencanakan dengan sempurna,
"Dan Aku pun merencanakan dg sebenar2nya” (QS.86:16). Jika Tuhan saja berencana dlm penciptaan alam semesta apalagi kita?Brsemgatlh! Maka;
"Allah tk bebani seseorg melainkn (sesuai) dg apa yg diberikn kepadany. Allah kelak kn beri kelapangn stelah kesempitan."(At-Thalaq:7).setelah kita optimalkan potensi diri,lalu insya Allah
Brgsiapa bertaqwa kpd Allah niscaya Dia akn mgadakn baginy jln keluar.Dn mberinya rezki dr arah yg tidak disangka2nya(At Thalaq 2-3)
Dan barangsiapa yg bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. (QS 65:3). Tak ada kata lain,selain kerja keras,tunaikan kewajiban kita daripada "menuntut hak" kita pada Nya,
Tidak ada kebahagiaan yang lebih besar daripada menunaikan kewajiban. (Umar bin Khattab). Setelah itu mari saat mulai penat memikirkan dunia maka bersujudlah, supaya hati ini tetap teguh disaat yg lainnya runtuh
setelah taqwa dan tunaikan kewajiban iringilah dgn kerja keras.Kerja keras itu tidak berbuah lelah. Ia membuahkan rasa berharga. Karena Manusia2 tangguh dan terhormat.. Semua ditempa oleh kepahitan, kesulitan, 'sakit', dan mereka menyikapinya dengan tepat dan Solusi itu hadir bersama masalah. Hanya ia malu menampakkan diri, sebab kita mungkin tertawakan kesederhanaannya.
Jadi,Berhasil & gagalnya rencana itu bagus semata. Yang tidak bagus adalah ketidakmampuan melihat Allah di tiap kejadian,Keluhan kita, takkan mengubah takdir. Tapi rasa syukur bisa jadi." Keep fighting! Allah dulu, Allah lagi, Allah selamanya!!
-mari berbagi rasa dan ilmu di @andryanuar-
Minggu, 05 Februari 2012
Sabtu, 21 Januari 2012
#googlebaikapajahat
Tahukah anda bahwa google memproses lebih dari 1milyar pencarian per hari? #googlebaikapajahat
Tahukah anda bahwa akun gmail membaca dan menyimpan setiap huruf email anda? #googlebaikapajahat
Tahukah anda bahwa google tahu dmana anda?suka apa dan siapa diri anda? #googlebaikapajahat
Tahukah bahwa google bisa menyerahkan semua data anda ke agen rahasia amerika? #googlebaikapajahat
Tahukah anda bahwa google(android) menggabungkan hardware dan software agr kuat cengkramanya d dunia gadget? #googlebaikapajahat
Tahukah anda bahwa android dkenal dgn sebutan googleware agr google tdk hy kuasai web tp mengusai gadget bergerak #googlebaikapajahat
Tahukah anda bahwa google membeli 30 perushaan besar dalam 9tahun ini?hanya ingin tau anda siapa?!! #googlebaikapajahat
Tahukah anda bahwa google telah membuat indoormaps stlh sukses dgn outdoormapsnya(googlemaps)? #googlebaikapajahat
Tahukah anda bahwa google bahkan bisa merekam tiap gang2,jalan besar, gunung2 ? #googlebaikapajahat
Tahukah anda google buat aplikasi utk fungsi pengganti dompet/kartukredit anda? #googlebaikapajahat
Tahukah setelah sukses membaca bumi,google juga saat ini mmbaca bulan dan mars? #googlebaikapajahat
Tahukah anda google ingin tahu siapa teman anda dan apa yang anda bicarakan? #googlebaikapajahat
Tahukah anda google membuat silsilah keluarga anda,mereka ingin tahu anda keturunan siapa? #googlebaikapajahat
Tahukah anda google jg menyediakan buku2 online supaya mengetahui kesukaan,keterampilan,hobi anda? #googlebaikapajahat cc @dayentz
Tahukah anda,google bukan hanya mesin favorit anda saja,tapi ia adalah RAKSASA bisnis! #googlebaikapajahat
Tahukah anda google membayar profesor2 profesional ahli mtk,utk mengupdate algoritma2 matematika mesin pencarinya? #googlebaikapajahat
Tahukah anda bahwa google menyediakan fasilitas2 hiburan,berita,blog agar "mengenal anda lebih dalam" ? #googlebaikapajahat
Tahukah anda bahwa seluruh karyawan google memakai gadget mac,ipad dan produk apple lainya? #googlebaikapajahat
Tahukan anda tahun 1997 Larry dn Sergey mngembangkan algoritma matematika dan membuat dia KUAYA RAYA sekarang? #googlebaikapajahat
Tahukah anda bahwa google menyaring siapa di rangking 1,2,3 hlma seterusnya di satu mesin pencari? #googlebaikapajahat
Tahukah anda algoritma mtk google selalu berubah sesuai dgn tingkah laku anda sebagai si pencari data? #googlebaikapajahat
Tahukah anda bahwa google TIDAK MENYEDIAKAN SOLUSI saat mencari MASALAH dan mencarinya ke mesin pencari tp google MENGELOLA INFORMASI !
Tahukah anda bahwa google menjadi mesin pencari no.1 di dunia,karena membeli pershaan mesin pencari yg kecil agr google tetap BESAAAR !!
Tahukah anda bahwa simbol mata uang poundsterling,euro,dan dolar ada di nama 3 otak google? #googlebaikapajahat
Tahukan anda bahwa $ergey brin,£arry page,€rich schidmit memiliki google masterplan? #googlebaikapajahat
Saya tahu itu semua dari guru optimasi saya @pakarseo ! Yg memiliki sertifikasi international,dan nanti google akan mengisi dompet saya *ups
Jadi menurut anda #googlebaikapajahat ? Jawabb yaa :D
Tahukah anda bahwa akun gmail membaca dan menyimpan setiap huruf email anda? #googlebaikapajahat
Tahukah anda bahwa google tahu dmana anda?suka apa dan siapa diri anda? #googlebaikapajahat
Tahukah bahwa google bisa menyerahkan semua data anda ke agen rahasia amerika? #googlebaikapajahat
Tahukah anda bahwa google(android) menggabungkan hardware dan software agr kuat cengkramanya d dunia gadget? #googlebaikapajahat
Tahukah anda bahwa android dkenal dgn sebutan googleware agr google tdk hy kuasai web tp mengusai gadget bergerak #googlebaikapajahat
Tahukah anda bahwa google membeli 30 perushaan besar dalam 9tahun ini?hanya ingin tau anda siapa?!! #googlebaikapajahat
Tahukah anda bahwa google telah membuat indoormaps stlh sukses dgn outdoormapsnya(googlemaps)? #googlebaikapajahat
Tahukah anda bahwa google bahkan bisa merekam tiap gang2,jalan besar, gunung2 ? #googlebaikapajahat
Tahukah anda google buat aplikasi utk fungsi pengganti dompet/kartukredit anda? #googlebaikapajahat
Tahukah setelah sukses membaca bumi,google juga saat ini mmbaca bulan dan mars? #googlebaikapajahat
Tahukah anda google ingin tahu siapa teman anda dan apa yang anda bicarakan? #googlebaikapajahat
Tahukah anda google membuat silsilah keluarga anda,mereka ingin tahu anda keturunan siapa? #googlebaikapajahat
Tahukah anda google jg menyediakan buku2 online supaya mengetahui kesukaan,keterampilan,hobi anda? #googlebaikapajahat cc @dayentz
Tahukah anda,google bukan hanya mesin favorit anda saja,tapi ia adalah RAKSASA bisnis! #googlebaikapajahat
Tahukah anda google membayar profesor2 profesional ahli mtk,utk mengupdate algoritma2 matematika mesin pencarinya? #googlebaikapajahat
Tahukah anda bahwa google menyediakan fasilitas2 hiburan,berita,blog agar "mengenal anda lebih dalam" ? #googlebaikapajahat
Tahukah anda bahwa seluruh karyawan google memakai gadget mac,ipad dan produk apple lainya? #googlebaikapajahat
Tahukan anda tahun 1997 Larry dn Sergey mngembangkan algoritma matematika dan membuat dia KUAYA RAYA sekarang? #googlebaikapajahat
Tahukah anda bahwa google menyaring siapa di rangking 1,2,3 hlma seterusnya di satu mesin pencari? #googlebaikapajahat
Tahukah anda algoritma mtk google selalu berubah sesuai dgn tingkah laku anda sebagai si pencari data? #googlebaikapajahat
Tahukah anda bahwa google TIDAK MENYEDIAKAN SOLUSI saat mencari MASALAH dan mencarinya ke mesin pencari tp google MENGELOLA INFORMASI !
Tahukah anda bahwa google menjadi mesin pencari no.1 di dunia,karena membeli pershaan mesin pencari yg kecil agr google tetap BESAAAR !!
Tahukah anda bahwa simbol mata uang poundsterling,euro,dan dolar ada di nama 3 otak google? #googlebaikapajahat
Tahukan anda bahwa $ergey brin,£arry page,€rich schidmit memiliki google masterplan? #googlebaikapajahat
Saya tahu itu semua dari guru optimasi saya @pakarseo ! Yg memiliki sertifikasi international,dan nanti google akan mengisi dompet saya *ups
Jadi menurut anda #googlebaikapajahat ? Jawabb yaa :D
selepas rutinitas
Selepas rutinitas ucapkan alhamdulillahh syukur untuk pencapaian syukur untuk pembelajaran syukur untuk tantangan yang menumbuhkan
Selepas rutinitas fisik ini lelah namun jangan sampai dirimu lelah,biarlah kelelahan ini mengejar gemuruh jiwamu
Selepas rutinitas tanyakanlah hatimu inikah kehidupan yang kita mau??
Selepas rutinitas tanyakanlah jiwamu,apakah ada si gairah,atau si gairah sedang pergi ke jiwa tetangga?
Selepas rutinitas mari renungkanlah aktifitas apa yang membuatmu bertumbuh mana yang membuatmu berjatuh?
Selepas rutinitas,jujurlah mana rencana yang menjadi nyata,mana yang belum menjadi di kanvas kenyataan,atau mungkin tak terencana?
Selepas rutinitas,ukurlah pencapaian ukurlah karyamu,atau jangan2 kita tak punya ukuran?
Selepas rutinitas,bukalah jiwamu apakah hari ini kita manusia,atau zombie yang bergerak tanpa nyawa?
Selepas rutinitas,cobalah berhenti sejenak melihat sisilain dalam angkutan menghirup bau hujan memaknai desak-desakan
Selepas rutinitas maafkan dia yang menyayat dia yang tak mengerti,maafkan
Selepas rutinitasberhitunglah sebelum dihitung mana hari ini yang manfaat,mana hari ini yang sia-sia.
Selepas rutinitas, renungilah ini kah yang kau kejar?
Selepas rutinitas, apa benar ini membuat menjadi semakin cinta Nya kepadamu?
Selepas rutinitas, apa benar ini membuat engkau semakin mencintai ibu dan bapamu?mereka berpeluh membesarkanmu agar engkau dapat kesehatan dan pendidikan yang layak?
Selepas rutinitas,......
Selepas rutinitas fisik ini lelah namun jangan sampai dirimu lelah,biarlah kelelahan ini mengejar gemuruh jiwamu
Selepas rutinitas tanyakanlah hatimu inikah kehidupan yang kita mau??
Selepas rutinitas tanyakanlah jiwamu,apakah ada si gairah,atau si gairah sedang pergi ke jiwa tetangga?
Selepas rutinitas mari renungkanlah aktifitas apa yang membuatmu bertumbuh mana yang membuatmu berjatuh?
Selepas rutinitas,jujurlah mana rencana yang menjadi nyata,mana yang belum menjadi di kanvas kenyataan,atau mungkin tak terencana?
Selepas rutinitas,ukurlah pencapaian ukurlah karyamu,atau jangan2 kita tak punya ukuran?
Selepas rutinitas,bukalah jiwamu apakah hari ini kita manusia,atau zombie yang bergerak tanpa nyawa?
Selepas rutinitas,cobalah berhenti sejenak melihat sisilain dalam angkutan menghirup bau hujan memaknai desak-desakan
Selepas rutinitas maafkan dia yang menyayat dia yang tak mengerti,maafkan
Selepas rutinitasberhitunglah sebelum dihitung mana hari ini yang manfaat,mana hari ini yang sia-sia.
Selepas rutinitas, renungilah ini kah yang kau kejar?
Selepas rutinitas, apa benar ini membuat menjadi semakin cinta Nya kepadamu?
Selepas rutinitas, apa benar ini membuat engkau semakin mencintai ibu dan bapamu?mereka berpeluh membesarkanmu agar engkau dapat kesehatan dan pendidikan yang layak?
Selepas rutinitas,......
Jumat, 20 Januari 2012
problem solving
Berbagai masalah muncul tak henti seakan kompak untuk bergantian satu dengan yang lain. Namun,kali ini temu satu titik teori baru (a.k.a pengalaman baru)
Problem solving menggunakan dzikir...
Subhanallah...Maha Suci Allah...Maha Suci Ia dari kesamaan dengan makhluk. Maha Suci Ia dari kehendak buruk. Maha Suci Ia dari nafsu menjemuruskan. Maka pastilah "permasalahan" ini memiliki maksud baik, makna yang dalam, bahan pengajaran-Nya, dan ganjaran dari-Nya.
Alhamdulillah...Segala puji bagi Allah...sesungguhnya alam ini begitu luas. Bacalah, tuailah, keluarlah dari sangkar.
Allahu Akbar...Allah Maha Besar...Maha Besar Allah, maha kecil kami. Pun "masalah" yang kami alami.
Setelah berdzikir, masihkah ia menjadi "masalah"?
Problem solving menggunakan dzikir...
Subhanallah...Maha Suci Allah...Maha Suci Ia dari kesamaan dengan makhluk. Maha Suci Ia dari kehendak buruk. Maha Suci Ia dari nafsu menjemuruskan. Maka pastilah "permasalahan" ini memiliki maksud baik, makna yang dalam, bahan pengajaran-Nya, dan ganjaran dari-Nya.
Alhamdulillah...Segala puji bagi Allah...sesungguhnya alam ini begitu luas. Bacalah, tuailah, keluarlah dari sangkar.
Allahu Akbar...Allah Maha Besar...Maha Besar Allah, maha kecil kami. Pun "masalah" yang kami alami.
Setelah berdzikir, masihkah ia menjadi "masalah"?
belajar bersyukur
Jika Ia adalah Maha Kuasa
Jika Ia adalah Maha Berkehendak
Jika Ia adalah Maha Mengetahui
Jika Ia adalah Sumber Pemberian
Jika Ia adalah Maha Pengasih dan Penyayang
Masihkah aku berani mengeluhkan pemberian-Nya, sekalipun aku tidak menghendakinya?
Ya Rabb..sampaikanlah hamba yang hina ini pada setitik ilmu hikmah-Mu, sekedar untuk dapat mensyukuri pemberian-Mu...
Jika Ia adalah Maha Berkehendak
Jika Ia adalah Maha Mengetahui
Jika Ia adalah Sumber Pemberian
Jika Ia adalah Maha Pengasih dan Penyayang
Masihkah aku berani mengeluhkan pemberian-Nya, sekalipun aku tidak menghendakinya?
Ya Rabb..sampaikanlah hamba yang hina ini pada setitik ilmu hikmah-Mu, sekedar untuk dapat mensyukuri pemberian-Mu...
Senin, 02 Januari 2012
#justrelax
Jangan menuntut ilmu, karena pada dasarnya ilmu itu tidak bersalah.
Jangan membalas budi, karena belum tentu Budi yang melakukannya.
Jangan menyumbangkan lagu, karena lagu yang sumbang tidak enak didengar.
Jangan mengurusi teman, karena belum tentu temanmu ingin kurus.
Jangan mengarungi lautan, karena karung lebih cocok untuk beras.
Dan terakhir…
Jangan meresapi kata-kata bijak ini, karena meres handuk saja sudah susah, apalagi meres sapi
Jangan membalas budi, karena belum tentu Budi yang melakukannya.
Jangan menyumbangkan lagu, karena lagu yang sumbang tidak enak didengar.
Jangan mengurusi teman, karena belum tentu temanmu ingin kurus.
Jangan mengarungi lautan, karena karung lebih cocok untuk beras.
Dan terakhir…
Jangan meresapi kata-kata bijak ini, karena meres handuk saja sudah susah, apalagi meres sapi
Senin, 19 Desember 2011
bekerjalah,maka keajaiban!
Iman itu terkadang menggelisahkan.
Atau setidaknya menghajatkan ketenangan yang mengguyuri hati dengan terkuaknya keajaiban. Mungkin itu yang dirasakan Ibrahim ketika dia meminta kepada Rabbnya untuk ditunjukkan bagaimana yang mati dihidupkan. Maka saat Rabbnya bertanya, “Belum yakinkah engkau akan kuasaKu?”, dia menjawab sepenuh hati, “Aku yakin. Hanya saja agar hati ini menjadi tenteram.”
Tetapi keajaiban itu tak datang serta merta di hadapannya. Meski Allah bisa saja menunjukkan kuasaNya dalam satu kata “Kun!”, kita tahu, bukan itu yang terjadi. Ibrahim harus bersipayah untuk menangkap lalu mencincang empat ekor burung. Lalu disusurnya jajaran bukit-berbukit dengan lembah curam untuk meletakkan masing-masing cincangan. Baru dia bisa memanggilnya. Dan beburung itu mendatanginya segera.
Di sinilah rupanya keajaiban itu. Setelah kerja yang menguras tenaga.
Tetapi apakah selalu kerja-kerja kita yang akan ditaburi keajaiban?
Hajar dan bayinya telah ditinggalkan oleh Ibrahim di lembah itu. Sunyi kini menyergap kegersangan yang membakar. Yang ada hanya pasir dan cadas yang membara. Tak ada pepohon tempat bernaung. Tak terlihat air untuk menyambung hidup. Tak tampak insan untuk berbagi kesah. Keculai bayi itu. Isma’il. Dia kini mulai menangis begitu keras karena lapar dan kehausan.
Maka Hajar pun berlari, mencoba mengais jejak air untuk menjawab tangis putera semata wayangnya. Ada dua bukit di sana. Dan dari ujung ke ujung coba ditelisiknya dengan seksama. Tak ada. Sama sekali tak ada tanda. Tapi dia terus mencari. Berlari. Bolak-balik tujuh kali. Mungkin dia tahu, tak pernah ada air di situ. Mungkin dia hanya ingin menunjukkan kesungguhannya pada Allah. Sebagaimana telah ia yakinkan sang suami, “Jika ini perintah Allah, Dia takkan pernah menyia-nyiakan kami!”
Maka kejaiban itu memancar. Zam zam! Bukan. Bukan dari jalan yang dia susuri atau jejak-jejak yang dia torehkan di antara Shafa dan Marwa. Air itu muncul justru dari kaki Isma’il yang bayi. Yang menangis. Yang haus. Yang menjejak-jejak. Dan Hajar pun takjub. Begitulah keajaiban datang. Terkadang tak terletak dalam ikhtiar-ikhtiar kita.
Mari belajar pada Hajar bahwa makna kerja keras itu adalah menunjukkan kesungguhan kita kepada Allah. Mari bekerja keras seperti Hajar dengan gigih, dengan yakin. Bahwa Dia tak pernah menyia-nyiakan iman dan amal kita. Lalu biarkan keajaiban itu datang dari jalan yang tak kita sangka atas kehendakNya yang Maha Kuasa. Dan biarkan keajaiban itu menenangkan hati ini dari arah manapun Dia kehendaki.
Bekerja saja. Maka keajaiban akan menyapa dari arah tak terduga.
Di lintas sejarah berikutnya, datanglah seorang lelaki pengemban da’wah untuk menjadi ‘ibrah. Dari Makkah, dia berhijrah ke Madinah. Tak sesuatupun dia bawa dari kekayaan melimpah yang pernah memudahkannya. Dia, ‘Abdurrahman ibn ‘Auf. Dan Rasulullah yang tahu gaya hidupnya di Makkah mempersaudarakannya dengan seorang lelaki Anshar kaya raya. Sa’d ibn Ar Rabi’.
Kita hafal kemuliaan kedua orang ini. Yang satu menawarkan membagi rata segala miliknya yang memang berjumlah dua; rumah, kebun kurma, dan bahkan isterinya. Yang satu dengan bersahaja berkata, “Tidak saudaraku.. Tunjukkan saja jalan ke pasar!”
Dan kita tahu, dimulai dari semangat menjaga ‘izzah, tekadnya untuk mandiri, serta tugas suci menerjemahkan nilai Qurani di pasar Madinah, terbitlah keajaiban itu. ‘Abdurrahman ibn ‘Auf memang datang ke pasar dengan tangan kosong, tapi dadanya penuh iman, dan akalnya dipenuhi manhaj ekonomi Qurani. Dinar dan dirham yang beredar di depan matanya dia pikat dengan kejujuran, sifat amanah, kebersihan dari riba, timbangan yang pas, keadilan transaksi, transparansi, dan akad-akad yang tercatat rapi.
Sebulan kemudian dia telah menghadap Sang Nabi dengan baju baru, mewangi oleh tebaran minyak khaluq yang membercak-bercak. “Ya Rasulallah, aku telah menikah!”, katanya dengan sesungging senyum. Ya, seorang wanita Anshar kini mendampinginya. Maharnya emas seberat biji kurma. Walimahnya dengan menyembelih domba. Satu hari, ketika 40.000 dinar emas dia letakkan di hadapan Sang Nabi, beliau bersabda, “Semoga Allah memberkahi yang kau infaqkan juga yang kau simpan!”
Kita mengenangnya kini sebagai lelaki yang memasuki surga sambil merangkak.
Di mana titik mula keajaiban itu? Mungkin justru pada keberaniannya untuk menanggalkan segala kemudahan yang ditawarkan. Dalam pikiran kita, memulai usaha dengan seorang isteri, sebuah rumah tinggal, dan sepetak kebun kurma seharusnya lebih menjanjikan daripada pergi ke pasar dengan tangan kosong. Tetapi bagi ‘Abdurrahman ibn ‘Auf agaknya itu justru terlihat sebagai belenggu. Itu sebuah beban yang memberati langkahnya untuk menggapai kemuliaan yang lebih tinggi. Keajaiban itu datang dalam keterbatasan ikhtiyar keras si tangan kosong. Bukan pada kelimpahan yang ditawarkan saudaranya.
Memulai dengan tangan kosong seperti ‘Abdurrahman ibn ‘Auf seharusnya menjadi penyemangat kita bahwa itu semua mudah. Mungkin dan bisa. Tetapi apakah kemudahan itu? Suatu hari dalam perjamuan Raja Ferdinand dan Ratu Isabella, semua orang mencibir perjalanan Columbus menemukan dunia baru sebagai hal yang sebenarnya sangat mudah. Tinggal berlayar terus ke barat. Lalu ketemu.
Christopher Columbus tersenyum dari kursinya. Diambil dan ditimangnya sebutir telur rebus dari piring di depannya. “Tuan-tuan”, suaranya menggelegar memecah ricuh bebisikan. “Siapa di antara kalian yang mampu memberdirikan telur ini dengan tegak?”
“Christopher”, kata seorang tua di sana, “Itu adalah hal yang tidak mungkin!”
Semua mengangguk mengiyakan.
“Saya bisa”, kata Columbus. Dia menyeringai sejenak lalu memukulkan salah satu ujung telurnya sampai remuk. Lalu memberdirikannya.
“Oh.. Kalau begitu, kami juga bisa!”, kata seseorang. “Ya.. ya.. ya..”, seru yang lain. Dan senyum Columbus makin lebar. Katanya, “Itulah bedanya aku dan kalian Tuan-tuan! Aku memang hanya melakukan hal-hal yang mudah dalam kehidupan ini. Tetapi aku melakukannya di saat semua orang mengatakan bahwa hal mudah itu mustahil!”
Nah, para pengemban da’wah, bekerjalah. Maka keajaiban akan menyapa dari arah tak terduga. Mulailah. Karena dalam keberanian memulai itulah terletak kemudahannya. Bukan soal punya dan tak punya. Mampu atau tak mampu. Miskin atau kaya. Kita bekerja, karena bekerja adalah bentuk kesyukuran yang terindah. Seperti firmanNya;
..Bekerjalah hai keluarga Daud, untuk bersyukur. Dan sedikit sekali di antara hambaKu yang pandai bersyukur. (QS Saba’: 13)
Salam penuh cinta
@andryanuar
Atau setidaknya menghajatkan ketenangan yang mengguyuri hati dengan terkuaknya keajaiban. Mungkin itu yang dirasakan Ibrahim ketika dia meminta kepada Rabbnya untuk ditunjukkan bagaimana yang mati dihidupkan. Maka saat Rabbnya bertanya, “Belum yakinkah engkau akan kuasaKu?”, dia menjawab sepenuh hati, “Aku yakin. Hanya saja agar hati ini menjadi tenteram.”
Tetapi keajaiban itu tak datang serta merta di hadapannya. Meski Allah bisa saja menunjukkan kuasaNya dalam satu kata “Kun!”, kita tahu, bukan itu yang terjadi. Ibrahim harus bersipayah untuk menangkap lalu mencincang empat ekor burung. Lalu disusurnya jajaran bukit-berbukit dengan lembah curam untuk meletakkan masing-masing cincangan. Baru dia bisa memanggilnya. Dan beburung itu mendatanginya segera.
Di sinilah rupanya keajaiban itu. Setelah kerja yang menguras tenaga.
Tetapi apakah selalu kerja-kerja kita yang akan ditaburi keajaiban?
Hajar dan bayinya telah ditinggalkan oleh Ibrahim di lembah itu. Sunyi kini menyergap kegersangan yang membakar. Yang ada hanya pasir dan cadas yang membara. Tak ada pepohon tempat bernaung. Tak terlihat air untuk menyambung hidup. Tak tampak insan untuk berbagi kesah. Keculai bayi itu. Isma’il. Dia kini mulai menangis begitu keras karena lapar dan kehausan.
Maka Hajar pun berlari, mencoba mengais jejak air untuk menjawab tangis putera semata wayangnya. Ada dua bukit di sana. Dan dari ujung ke ujung coba ditelisiknya dengan seksama. Tak ada. Sama sekali tak ada tanda. Tapi dia terus mencari. Berlari. Bolak-balik tujuh kali. Mungkin dia tahu, tak pernah ada air di situ. Mungkin dia hanya ingin menunjukkan kesungguhannya pada Allah. Sebagaimana telah ia yakinkan sang suami, “Jika ini perintah Allah, Dia takkan pernah menyia-nyiakan kami!”
Maka kejaiban itu memancar. Zam zam! Bukan. Bukan dari jalan yang dia susuri atau jejak-jejak yang dia torehkan di antara Shafa dan Marwa. Air itu muncul justru dari kaki Isma’il yang bayi. Yang menangis. Yang haus. Yang menjejak-jejak. Dan Hajar pun takjub. Begitulah keajaiban datang. Terkadang tak terletak dalam ikhtiar-ikhtiar kita.
Mari belajar pada Hajar bahwa makna kerja keras itu adalah menunjukkan kesungguhan kita kepada Allah. Mari bekerja keras seperti Hajar dengan gigih, dengan yakin. Bahwa Dia tak pernah menyia-nyiakan iman dan amal kita. Lalu biarkan keajaiban itu datang dari jalan yang tak kita sangka atas kehendakNya yang Maha Kuasa. Dan biarkan keajaiban itu menenangkan hati ini dari arah manapun Dia kehendaki.
Bekerja saja. Maka keajaiban akan menyapa dari arah tak terduga.
Di lintas sejarah berikutnya, datanglah seorang lelaki pengemban da’wah untuk menjadi ‘ibrah. Dari Makkah, dia berhijrah ke Madinah. Tak sesuatupun dia bawa dari kekayaan melimpah yang pernah memudahkannya. Dia, ‘Abdurrahman ibn ‘Auf. Dan Rasulullah yang tahu gaya hidupnya di Makkah mempersaudarakannya dengan seorang lelaki Anshar kaya raya. Sa’d ibn Ar Rabi’.
Kita hafal kemuliaan kedua orang ini. Yang satu menawarkan membagi rata segala miliknya yang memang berjumlah dua; rumah, kebun kurma, dan bahkan isterinya. Yang satu dengan bersahaja berkata, “Tidak saudaraku.. Tunjukkan saja jalan ke pasar!”
Dan kita tahu, dimulai dari semangat menjaga ‘izzah, tekadnya untuk mandiri, serta tugas suci menerjemahkan nilai Qurani di pasar Madinah, terbitlah keajaiban itu. ‘Abdurrahman ibn ‘Auf memang datang ke pasar dengan tangan kosong, tapi dadanya penuh iman, dan akalnya dipenuhi manhaj ekonomi Qurani. Dinar dan dirham yang beredar di depan matanya dia pikat dengan kejujuran, sifat amanah, kebersihan dari riba, timbangan yang pas, keadilan transaksi, transparansi, dan akad-akad yang tercatat rapi.
Sebulan kemudian dia telah menghadap Sang Nabi dengan baju baru, mewangi oleh tebaran minyak khaluq yang membercak-bercak. “Ya Rasulallah, aku telah menikah!”, katanya dengan sesungging senyum. Ya, seorang wanita Anshar kini mendampinginya. Maharnya emas seberat biji kurma. Walimahnya dengan menyembelih domba. Satu hari, ketika 40.000 dinar emas dia letakkan di hadapan Sang Nabi, beliau bersabda, “Semoga Allah memberkahi yang kau infaqkan juga yang kau simpan!”
Kita mengenangnya kini sebagai lelaki yang memasuki surga sambil merangkak.
Di mana titik mula keajaiban itu? Mungkin justru pada keberaniannya untuk menanggalkan segala kemudahan yang ditawarkan. Dalam pikiran kita, memulai usaha dengan seorang isteri, sebuah rumah tinggal, dan sepetak kebun kurma seharusnya lebih menjanjikan daripada pergi ke pasar dengan tangan kosong. Tetapi bagi ‘Abdurrahman ibn ‘Auf agaknya itu justru terlihat sebagai belenggu. Itu sebuah beban yang memberati langkahnya untuk menggapai kemuliaan yang lebih tinggi. Keajaiban itu datang dalam keterbatasan ikhtiyar keras si tangan kosong. Bukan pada kelimpahan yang ditawarkan saudaranya.
Memulai dengan tangan kosong seperti ‘Abdurrahman ibn ‘Auf seharusnya menjadi penyemangat kita bahwa itu semua mudah. Mungkin dan bisa. Tetapi apakah kemudahan itu? Suatu hari dalam perjamuan Raja Ferdinand dan Ratu Isabella, semua orang mencibir perjalanan Columbus menemukan dunia baru sebagai hal yang sebenarnya sangat mudah. Tinggal berlayar terus ke barat. Lalu ketemu.
Christopher Columbus tersenyum dari kursinya. Diambil dan ditimangnya sebutir telur rebus dari piring di depannya. “Tuan-tuan”, suaranya menggelegar memecah ricuh bebisikan. “Siapa di antara kalian yang mampu memberdirikan telur ini dengan tegak?”
“Christopher”, kata seorang tua di sana, “Itu adalah hal yang tidak mungkin!”
Semua mengangguk mengiyakan.
“Saya bisa”, kata Columbus. Dia menyeringai sejenak lalu memukulkan salah satu ujung telurnya sampai remuk. Lalu memberdirikannya.
“Oh.. Kalau begitu, kami juga bisa!”, kata seseorang. “Ya.. ya.. ya..”, seru yang lain. Dan senyum Columbus makin lebar. Katanya, “Itulah bedanya aku dan kalian Tuan-tuan! Aku memang hanya melakukan hal-hal yang mudah dalam kehidupan ini. Tetapi aku melakukannya di saat semua orang mengatakan bahwa hal mudah itu mustahil!”
Nah, para pengemban da’wah, bekerjalah. Maka keajaiban akan menyapa dari arah tak terduga. Mulailah. Karena dalam keberanian memulai itulah terletak kemudahannya. Bukan soal punya dan tak punya. Mampu atau tak mampu. Miskin atau kaya. Kita bekerja, karena bekerja adalah bentuk kesyukuran yang terindah. Seperti firmanNya;
..Bekerjalah hai keluarga Daud, untuk bersyukur. Dan sedikit sekali di antara hambaKu yang pandai bersyukur. (QS Saba’: 13)
Salam penuh cinta
@andryanuar
Langganan:
Postingan (Atom)