Sabtu, 18 Desember 2010

langkah praktis membasmi kutu kasur

Tergerak untuk berbagi pengalaman mengenai seekor binatang yang beberapa bulan ini cukup “akrab” dengan saya diasrama. Biasanya saya dan beberapa penghuni kamar 12-terutama orang sunda menyebutnya tumila atau zombi yang sama sifatnya yaitu menghisap darah manusia. Dan Alhamdulillah 2minggu ini sudah berkurang bahkan tidak ada (rindu bertemu pun tetap ada hehe)
Sebelum saya berbagi mengenai kiat praktis memberantasnya. Saya akan jelaskan sedikit mengenai apa itu kutu kasur a.k.a tumila, siklus hidupnya, dan bagaimana cara memberantasnya agar bagi para pembaca yang belum mengetahui apa itu kutu kasur jadi jika suatu saat melihat binatang ini bisa langsung apa yang harus dilakukan.
Apa itu kutu kasur?
Dibeberapa daerah biasanya disebut tinggi/ketinggi/kepinding, bahasa latinya dinamai : Cimex lectularius. Kutu kasur memiliki tubuh datar dan hampir sama bentuknya dengan kecoa kecil. Kutu ini berwarna coklat kemerahan setelah makan darah manusia. Mempunyai ukuran tubuh sekitar 3/16-inch panjang. Pada ukuran dewasa tumbuh 4-5 mm panjang dan lebar 1,5-3 mm. Dia suka bersarang dilipatan-lipatan bantal, kasur atau selimut. Makanan utamanya adalah darah manusia. Dan ketika dibunuh akan meninggalkan bau yang tidak nyaman sangat menyengat. Kutu memakan darah dan memiliki mulut yang secara khusus disesuaikan untuk menusuk kulit manusia. Kutu ini menyuntikkan air liur selama makan, yang memiliki sifat antikoagulan. Kutu ini kebanyakan ditemukan di dalam kasur dan memakan berbagai manusia terjadi pada malam hari
Mereka dapat bertahan untuk waktu yang lama tanpa makan, darah selain darah manusia juga hewan pengerat seperti tikus dan kelinci.



Dimana kita bisa menemukannya?

Mereka biasa tinggal di tempat tidur tempat penampungan kutu kasur di berbagai lokasi gelap, sebagian besar dekat dengan tempat orang tidur, celah dan retakan seperti jahitan kasur, selipan sprei, lembaran, papan lantai, di belakang lukisan, di karpet, di belakang pinggir, dalam bingkai tempat tidur dan furnitur lainnya, dan di belakang wallpaper longgar. Kutu ini juga sering ditemukan diasrama-asrama, pondokan-pondakan pesantren. Kita bisa mengetahui kasur atau sekeliling kita ada kutu ini dengan melihat Bercak-bercak darah di kasur dan perabotan di dekatnya merupakan tanda-tanda adanya kutu kasur.

Apa ciri-ciri jika sudah terjangkit?dan apa efeknya?
Jika ingin mengetahui sudah terjangkit atau belum bisa dengan mengamati adanya benjolan merah dan sering disertai dengan rasa gatal yang sangat intens. Biasanya rasa gatal ini akan muncul ketika pada malam hari sewaktu kutu ini berkembang biak dan melakukan “ekspedisi” ke seluruh tubuh kita. Gatal-gatal ini akan lebih sering pada daerah lipatan-lipatan seperti di ketiak, sela-sela jari, pusar dan lain-lain atau pada daerah kulit yang tipis karena kutu ini mencari kulit yang bisa disesuaikan dengan panjang dari desain mulutnya. Selain rasa gatal,gigitan kutu ini pun meninggalkan bekas merah pada tubuh kita.Tanda merah sendiri adalah akibat dari reaksi alergi terhadap anestesi(zat yang bikin baal) yang terkandung dalam air liur kutu ini, yang dimasukkan ke dalam darah tubuh korban. Zat anaestesi yang dikeluarkan kutu ini juga bisa membuat alergi pada beberapa manusia. Badan manusia akan 'mendeteksi' zat anaestesi sebagai benda asing yang harus dilawan, jadi badan manusia akan mengeluarkan zat yang melawan zat anaestesi tadi yang dikeluarkan oleh kutu ini. Akibatnya bekas gigitan bakal melebar.



Lalu,bagaimana cara praktis untuk membasminya? Dan bagaimana cara untuk mencegahnya

1. panas
Kutu ini akan nyaman hidup dan berkembang biak di tempat yang lembab, gelap, dan berdebu. Maka dari itu kita bisa memutus matarantai hidup dengan membuat kondisi yang membuatnya mati atau migrasi ke tempat lain. Dengan cara memberi “sentuhan” panas ke kutu ini secara langsung. Dengan cara melalui :
• Hairdryer.
Berikan udara panas ketempat-tempat yang dicurigai sebagai tempat tinggal kutu, di lipatan-lipatan sprei, dibalik kasur, dijahitan kasur, disela-sela kayu kasur, dibelakang walpaper longgar, dibalik lukisan dan lain-lain. Pemakaian alat ini perlu dilakukan seharian agar efektif untuk tidak memberikan waktu bagi kutu unutk bergerak. Karena alat ini juga bersifat mudah panas,maka untuk menghindari lilitannya terbakar perlu dipersiapkan 2-3 alat ini agar pengentasannya lebih cepat sehingga beban kerja dari alat ini akan lebih ringan. Lalu udara panas ini dapat membuat “gerah” kutu dewasa,dan bisa langsung menyebabkan kematian. Namun cara ini tidak dapat membunuh telur-telur kutu yang mikroskopis. Perlu dibarengi dengan cara-cara lain yang dapat membunuh telur-telur kutu ini.
• Rendam
Jika seprai anda terdapat kutu, maka dengan mudah kita dapat melepas sprei itu dan masukan pada baskom yang telah ada air yang mendidih. Rendam sprei tersebut hingga air yang tadinya mendidih kembali pada suhu ruangan. Ulangi cara yang sama sampai duakali semakin sering direndam dengan air yang mendidih semakin baik. Setelah itu bilas dengan air biasa dan jemur dibawah terik panas matahari. Cara ini selain dapat membunuh kutu dewasa juga dapat membunuh telur-telurnya.
Jika kasur anda yang terdapat kutu, jika tidak memungkinkan direndam bisa juga dengan cara dibilas sambil disikat ditempat yang dicurigai tempat bertumbuhnya kutu.
• Jemur
Menjemur merupakan cara yang relatif lebih mudah dibandingkan cara yang lainya. Cukup dengan membawa sprei, kasur atau perlengkapan lainnya ke luarruangan (udara terbuka) yang dapat menerima cahaya matahari langsung. Jemurlah pada saat matahari akan naik hingga akan turun, yaitu sekitar pukul 8 pagi samapai pukul 3 sore. Ketika dijemur periksalah tempat-tempat yang menurut anda dicurigai sebagai sarang, pastikan sarang-sarang tersebut terkena sinar matahari langsung.
• Bakar
Cara ini saya sarankan jika memang kutu tersebut berada pada papan kayu. Tentu saja tidak perlu membakar keseluruhan kayu tersebut tapi cukup bagian ujung-ujungnya dimana kutu tersebut sembunyi.
Metode ini juga bisa dilakukan pada kasur atau sprei anda. Dapat dipastikan seluruh kutu baik yang masih berupa telur maupun dewasa akan mati seketika. Namun, pastiinya juga kasur dan spreinya tidak bisa lagi digunakan. Cara ini ditempuh sebagai langkah akhir jika anda memang ingin menghentikan siklus hidup dan mempunyai cukup uang untuk membeli kasur atau sprei baru. 
2. Obat-obatan kimia
• Insektisida
Insektisida dapat digunakan di setiap tempat yang terkena kutu. Caranya cukup semprotkan insektisida kebagian yang dicurigai, misal di sekitar lipatan-lipatan kasur, dibagian jahitan kasur dan lain-lain. Semprotkan dengan merata keseluruh bagian, jangan sampai ada yang terlewati termasuk sela-sela,rongga pada ranjang pada kaur, jika dari kayu perhatikan bagian kaki-kai ranjang. Karena penyemprotan harus merata maka diperlukan kesabaran dalam mengerjakannya,biasanya paling lama dikerjakan 2 jam. Setelah itu sebaiknya dijemur, jika kondisinya masih siang hari namun jika sudah malam hari angin-anginkan saja ditempat yang bersih dan tidak terkena air hujan. Saya sarankan hari berikutnya dijemur kembali,sambil dicek masih ada tidak kutu yang masih hidup setelah semalaman diangin-angin. Jika masih ada silahkan kembali semprot bagian yang masih terdapat kutu. Namun jika sudah tidak ada bersihkan dengan air untuk sprei atau ranjang dan untuk kasur cukup dipukul-pukul saja. Kemudian dijemur lagi hingga efek dari bau insektisida itu hilang. Jika pada kasur anda masih ada efek dari bau insektisida, gerus kapur barus dan taburkan pada kasur anda sampai beberapa saat. Setelah itu bisa kembali digunakan.
• Minyak tanah, dan obat semprot untuk nyamuk dan serangga
Cara ini relatif sama dengan pemakaian insektisida namun cara ini perlu lebih intens dan memerlukan ketelitian lebih dikarenakan efek dari pemakaian cara minyak tanah dan obat semprot untuk nyamuk itu bahan aktifnya lebih rendah dibanding insektisida.
• Kapur khusus serangga
Pemakaian kapur ini saya sarankan hanya untuk pencegahan kembalinya kutu tersebut ke kasur kita. Karena efek dari kapur ini hanya “memingsankan” kutu-kutu tersebut, dan yang masih berupa telurtidak mati. Jadi carauntuk pemakaian ini adalah dengan memberikan garis-garis seperti pembatas pada kasur kita di ranjang atau di bawah kasur. Ini mencegah jika ada kutu yang berimigrasi daritempat lain ke kasur anda. Dengan dipakainya kapur ini, mencegah kutu tersebut untuk menetap dikasur anda.
Penggunaan cara-cara diatas bisa dilakukan dengan mengkombinasikannya, misal dengan pemberian insektisida sekaligus dijemur lalu diberikan air yang mendidih dan seetelah kering sebelum diletakan keranjang anda dengan memberikan kapur khusus serangga. Namun, hal yang terpenting dari melakukan cara ini semua adalah ketelitian dan rutin secara berkala. Ini dimaksudkan agar perkembang biakan kutu dapat kita cegah karena ada saja kemungkinan ketika kita melakukan metoda-metoda diaatas ada telur-telur yang tidak terkena/tidak mati


Penutup
Asrama kita adalah rumah kedua bagi kita yang sudah sepatutnya kita menjaga dan kita merasa nyaman didalamnya. Dengan adanya beberapa kasus yang sama di beberapa kamar mengenai masalah ini mudah-mudahan dengan hadirnya buku saku ini bisa membantu rekan-rekan sekalian untuk membasmi kutu ini. Penulis menyadari masih banyak kekurangan yang terdapat di buku saku ini oleh karena itu demi kesempurnaannya kritik, saran sangat diharapkan oleh penulis dari warga asrama sekalian melalui email andryanuar@gmail.com. Sekiranya rekan-rekan sekalian memperoleh manfaat setelah membaca tulisan ini tolong disebarkan ke satu orang warga yang lain. Atas perhatian yang diberikan oleh rekan-rekan seklaian saya ucapkan terimakasih Jazakumullahkhairan katsira.






Referensi
http://www.opensubscriber.com/message/urangsunda@yahoogroups.com/8304179.html
http://www.tanyadokter.com/consultation-topic.asp?zona=CONS&discussionID=66253&discussionTypeID=11
http://i-comers.com/showthread.php?t=101315
http://amma06.blogspot.com/2008/07/kutu-busuk.html

17 komentar:

  1. Thx infonya, kebetulan beberapa bulan ini tumila lagi "mampir" di rumah saya, dan mulai sangat terganggu dengan "jamahannya" di malam hari, hehehehe ..... D

    BalasHapus
  2. haha.. info menarik kang. sudah beberapa hari, pasukan tumila lagi invasi kos saya. apalagi saya kan amis daging alias sensitif hhehhe :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah. Semoga manfaat ya

      Hapus
  3. Nuhun kang di asrama nuju se'er tumbila
    cara kapur sareng minyak tanah berhasil kang
    hatur thankyou

    BalasHapus
  4. Informasinya sangat-sangat membantu kami. matur suwun yo mas bro..

    BalasHapus
  5. duhh ini tumila juga udah mampir di kasur saya :(
    saya udah kewalahan bagaimana cara membasminya? Tapi setelah membaca blog ini, saya kira sudah semua cara saya lakukan, kecuali dibakar siihh, tapi tetap ga ampuh :D
    apa perlu saya bakar ajaa kali ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Coba pelajari dari mana sumber dia muncul,akan sedikit "percuma" jika kita basmi hilir nya saja. Fight! :)

      Hapus
  6. mator sekelangkong mas bro infonya,

    BalasHapus
  7. pakai kulit duren aja..di taruh di bawah kasur bisa kok....

    BalasHapus
  8. alhamdulillha, makasih banget gan infonya,

    BalasHapus
  9. Penasaran ama tuh kutubusuk.....asalnya darimana sih?

    BalasHapus
  10. Kebetulan dirumah lagi banyak kutu busuk...awalnya aku kira gigitan nyamuk...terus iseng2 periksa kasur waduh banyak banget...selama ini gak pernah gatel2 karena itu gak pernah cek kasur , karna aku fikir gak mungkin ada kutubusuk bersarang di springbed...tapi ternyata si busuk ini gak pilih2 kasur...sekarang malah ada juga di sofa ruangan tamu. Banyak cara udah aku lakukan...mencari dan membunuh , menyeprot kasur dengan obat nyamuk , menggunakan kapur ajaib pada kasur tapi belum pernah menjemur sih karna terlalu berat. Kadang si kutu ada juga di dinding....bikin gemesss banget. Sampai sekarang sih masa ada tuh si kutu dan aku masih terus menjadi Pemburu KutuBusuk.

    BalasHapus
  11. Saya selama hidup belum pernah digigit kutu busuk, akhir-akhir ini saya sering gatal-gatal jika bangun tidur, muncul benjolan di mana-mana, gatalnya pun luar biasa. Saya pikir saya alergi terhadap makanan tertentu, eh nggak tahunya suatu malam saat saya nggak bisa tidur (karena gatal-gatal) saya melihat seekor hewan kecil yang tengah berjalan dan setelah saya sadari ternyata hewan itu nggak cuma satu, tapi ada banyak. Otak saya segera konek bahwa hewan itu adalah kutu, maka segera saya bunuh kutu-kutu itu. Rasanya dendam banget sama mereka, tubuh saya gatal-gatal semua. Mulai dari jari kaki, betis, paha, telapak tangan, lengan, punggung, dada dan paha pun juga iya! -_-

    BalasHapus